Takjil Dewi Kwan Im | Monolog Ikan Nun - Ike Novita Indraswari
Takjil Dewi Kwan Im
Oleh: Ike Novita Indraswari
kubelah apel, seperti sedang memotong kecil-kecil
sebongkah syirik dengan pisau maklum
menyesap pektin, gelundungkan ia pada kantong kosong
yang seharian hanya memeram bunyi
agar doa-dosa lancar tercerna di pembuluh hari
yang lelah dialiri paksaan toleransi
mata dewi kwan im menyorot asih dari panggung persembahan
tangannya ulurkan sisa-sisa fruktosa yang menempel bersama abu dupa
Kaohsiung, 2026
___
Monolog Ikan Nun
Oleh: Ike Novita Indraswari
Sonarku telah deteksi tubuhmu,
bahkan sebelum matahari satukan peluh pelarian ke asin laut
Cumi-cumi dan pari masih melimpah selevel dengan anemon amarah yang menyebar di dasar,
namun aku hanya ingin menelan pesimis dari tanah Ninawa
Tenggorokanku merupa lorong ekstraksi dosa,
mengubah debu putus asa jadi khidmat doa
Ia hanya transit di lambung siasat, terbungkus rapi oleh markup takdir
Aku membidik Arash, naik begitu jauh dari dasar qishash
Kaohsiung, 2026
Sumber Ilustrasi:
___
Bionarasi:
Ike Novita Indraswari, penulis asal Blitar Jawa Timur yang sekarang berada di Taiwan sebagai pekerja migran. Bisa dikunjungi di akun Instagram: @mamatangkas
.jpg)
Posting Komentar untuk "Takjil Dewi Kwan Im | Monolog Ikan Nun - Ike Novita Indraswari"