Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Langit Dzulhijjah | Kapi Parasi: Niat Berlabuh - Dian Riasari


Di Langit Dzulhijjah

Oleh: Dian Riasari


Ribuan takbir bubung tinggi di langit nelangsa

merasuki sukma para pendosa

di jalan, berduyun-duyun anak dan orang dewasa 

Meski banyak ditikam cemas, 

tetap khusyuk berbalut busana putih suci

takbir, tahmid, tasbih luruhkan debu nurani 


Para blantik meraup rezeki

bertasbih seraya ulurkan rerumputan 

menepuk punuk lembu

bisikkan doa paling lembut 

Tanah lapang berselimut tikar

masjid-masjid aroma kasturi

beradu aroma prengus kambing jantan

juga lenguh merdu sapi-sapi


Anak-anak tergesa menggulung sarung

canda dan doa tanpa kata

sebagai ucap selamat tinggal

pada sapi, kambing, domba

mereka sekilas tersedu

namun tetap lahap

kala santap gule beraroma rempah


Cahaya Dzulhijjah telah sampai pada hati

ada atau tak ada pundi-pundi harta

kurban tetaplah milik semua umat

tiada nikmat terdustakan di hari Tasyrik. 


Malang, Mei 2026



Kapi Parasi: Niat Berlabuh

Oleh: Dian Riasari


Lukisan tangan di malam henna

lambang usainya hari kesendirian

kerudung merah panjang, bingkai paras bahagia

gaun putih berikat pinggang pita merah 

anggun serupa petikan mawar


Pagi menyelinap diam-diam di pembaringan

merangkai impian jadi buket kenyataan

ibu sembunyikan setitik air mata

kakak adik samarkan kesedihan dengan canda


Ketika kekasih menemukan pintu surganya

di jemari pujaan hati tersemat janji

kakak adik jadi penjaga kehormatan

tak biarkan bunga dipetik semudah jentikan jari

kapi parasi pun ditunaikan


Berlembar-lembar uang atau emas permata

tak seberapa dibanding menyunting bidadari

lincah tutur terungkap untuk buka penghalang pintu

niat tulus tak terusik segala aral


Langit saksikan ketika ikatan suci diikrarkan

angin pun akan tunjukkan jalan pulang

suka cita disusupkan dalam mangkuk sup miju-miju merah

agar nuansa hari kian cerah, semua hati jadi tabah

Etli pilav lezat menandai hari penuh berkat. 


Malang, 30 Mei 2026


sumber ilustrasi:
___

Bionarasi:

Dian Riasari, pegiat literasi dari Kota Malang, Jawa Timur. Berkontribusi pada 40 lebih buku antologi (cerpen, cerita inspiratif, cerita anak, dongeng, artikel, dan puisi) serta satu buku solo. Beberapa karya puisinya dimuat di media online dan cetak, seperti: Harian Bhirawa, Tiras Times, Bambang Kariyawan.com, Ngewiyak, Riau Sastra, Negeri Kertas, Jurnal Tinta, Dermaga Sastra, Kabaran.id, Ranah Riau, Laman Riau, Jurnal Puisi Cinta. Bergabung di komunitas Alumni Asqa Imagination School (AIS), Community Pena Terbang (COMPETER), dan Ruang Kata. IG: @dian_de_lala. FB: Dian Riasari.


Posting Komentar untuk "Di Langit Dzulhijjah | Kapi Parasi: Niat Berlabuh - Dian Riasari"